Jumat, 07 Desember 2012

Resep Perkedel Ikan Roa Posted on December 1, 2012 by dapuroabon


Prekedel roa

Bahan:
• 750 gr kentang, goreng , lalu haluskan
• 200 gr ikan roa
• 2 butir telur
• ½ sdt bubuk pala
• minyak untuk menggoreng
BUMBU HALUS :
• 3 sdm bawang goreng
• 2 siung bawang putih
• ½ sdt merica
• 1 sdt garam
Cara membuat:
  1.   Aduk kentang halus, ikan roa, telur, pala, dan bumbu halus. Bentuk persegikecil.
  2.   Goreng sampai matang.

BERAS MASIH JADI FAVORIT SEBAGAI MAKANAN POKOK


Kebutuhan masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok memang merupakan hal yang mendesak. Sekalipun beberaspa waktu yang lampau, pemerintah telah mencanangkan program untuk mengkonsumsi makanan pokok pengganti selain beras seperti jagung, ubi ,  dan sagu , tetapi sepertinya konsumsi nasi sebagai asupan karbohidrat masih dominan.
Orang masih beranggapan makanan yang terbuat dari jagung, ubi ataupun sagu adalah makanan tambahan(alternatif)  yang dimakan sebagai snack (makanan pelengkap) dan bukan sebagai makanan pokok pengganti.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, maka setiap daerah harus memiliki ketahanan pangan yang kuat guna menjawab ketersediaannya beras di pasar-pasar atau disimpan sebagai Persediaan oleh BULOG. 
Selain itu, tersedianya lahan yang cukup untuk menjadi lahan pembibitan dan penanaman padi, tersedianya bibit padi varietas unggul ditunjang dengan pemanfaatan teknologi pertanian secara efektif, efisien dan terintegrasi penting dilakukan.
Mengingat laju pertumbuhan ekonomi dan laju pertambahan penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Itulah sebabnya pemerintah harus siap dan selalu mencermati tersedianya bahan pokok ini dan mengkritisi "supply chain" (arus pasokan) dari hulu ke hilir agar masyarakat terhindar dari ulah para tengkulak dan masyarakat dapat menikmati beras dengan harga yang terjangkau
Artikel berikut ini menggambarkan bagaimana Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menjaga ketahanan pangannya hingga 7 bulan kedepan .

Semarang - Jawa Tengah sanggup mensuplai beras 16% untuk ketahanan pangan Indonesia.Hal ini didukung sebagian besar lahannya yang diperuntukkan bagi pertanian.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada saat pertemuan pembinaaan dan bimbingan teknis kewirausahaan sarjana membangun desa di wilayah Pemrov Jateng.
"Ketahan pangan Jateng 6,5% dari ketahanan pangan nasional 6,1%. Ketahanan pangan Jateng juga sudah dimulai 6,4 tahun terakhir." katanya, Jumat (7/12/2012).

Bibit mengaku ini hasil ini berdasarkan data dan laporan lurah Indonesia.Sehingga semua gudang beras penuh dan dapat memenuhi ketahan pangan Jawa Tengah untuk 7 bulan kedepan. "Bahkan sekarang (Desember) kita sedang menanam dan Maret sudah panen kembali" ucapnya.

Bibit menaruh harapan kepada pemerintah untuk turut terlibat dalam membangun desa. Keterlibatan pemerintah untuk memodernisasi alat-alat pertanian. "Modernisasi alat itu sangat ditunggu. Diharapkan 129 traktor mentan bisa direalisasi".
Berdasarkan catatan dari Perum Bulog Divre Jateng, Bulog telah berhasil meryerap beras 712.169 ton. Sementara prognosa beras 2012 sebesar 675 ribu ton. Artinya realisasi penyerapan beras mencapai 105% dari rencana penyerapan tahun ini. [ast]

Kamis, 06 Desember 2012

Nilai Diri






Pagi-pagi, di hari Kamis, 
Siap dengan aktivitas baru sambil tetap percaya dan berharap bahwa 
"hari ini selalu akan lebih baik dari yang kemarin" 
Itulah mengapa ada ajakan bagi kita untuk kreasikan "super value" 
agar hari ini menjadi momen yang penting 
untuk menampilkan "nilai diri" lebih bermanfaat bagi orang lain...

"Memang kamu dahulu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran" (Efesus 5 : 8,9)

Selamat beraktivitas, Teman, Tuhan sertamu...!!!!

Rabu, 05 Desember 2012

Pemimpin China Desak Hentikan “Pertemuan Sia-Sia” AFP – 3 jam yang lalu



Beijing (AFP/ANTARA) – Para pemimpin China mendesak untuk menghentikan pertemuan yang “sia-sia,” pidato dan acara lainnya yang membuang-buang waktu, ujar media negara pada Rabu dalam imbauan terbaru untuk memperbaiki pemerintahan.

Sejak diresmikan sebagai pemimpin tertinggi partai Komunis pada bulan lalu, pimpinan partai, Xi Jinping, dan yang lainnya menyuarakan janji seperti melayani rakyat dengan lebih baik dan menangani masalah-masalah seperti korupsi pejabat.

“Kepemimpinan yang baru tersebut meminta para pejabat untuk memotong pita merah, termasuk memangkas kunjungan yang tidak dibutuhkan, pertemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi yang sia-sia,” ujar China Daily, melaporkan mengenai pertemuan 25 anggota partai komunis yang dilakukan pada Selasa.

Begitu juga dengan “pelaporan media yang sia-sia” dan “gangguan lalu lintas” yang secara rutin mengakibatkan para pejabat senior datang dan pergi.

Para anggota partai komunis tersebut setuju untuk memangkas birokrasi, mulai dari jumlah pendamping yang menemani para pemimpin dalam perjalanan untuk memublikasikan dokumen-dokumen resmi, lapor kantor berita Xinhua.

Xi berulangkali menekankan untuk kurangi berbicara, ujar China Daily, mengutip komentarnya di sebuah pesta sekolah pada 2010 yang mengatakan bahwa “ada banyak ruang untuk sebuah kesepakatan yang lebih baik dalam memperbaiki pidato yang dilakukan para pejabat, saat mereka memuat banyak jargon dan kata-kata yang kosong tanpa makna.”

Pidato pertama Xi sebagai pemimpin partai pada bulan lalu memiliki sedikit terminologi Komunis, atau mengacu pada tokoh-tokoh sosialis seperti Karl Marx dan Mao Zedong, yang dibumbui pidato para pendahulunya, Hu Jintao. (dh/ml)

Selasa, 04 Desember 2012

Antara Ratio dan Rasa


Prof. Mon bilang tadi di kelas manajemen keuangan :
 " terkadang keinginan hati tidak harus selalu dituruti. 
Ada saat dimana harus menggunakan logika agar hati tak terluka" ...
Karena itu, butuh "ratio" dan bukan sekedar "rasa".

Selamat sore, Teman,
Tuhan sertamu ....
 

Rabu, 28 November 2012

Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:09 WIB IHSG Tertekan Dipicu Aksi Ambil Untung


HARIAN ANALISA Jakarta, (Analisa). Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, ditutup tertekan sebesar 37,66 poin dipicu aksi ambil untung pelaku pasar terhadap saham konsumer dan finansial.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 3,523 poin (0,08%) ke level 4.371,646 setelah kemarin menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Saham-saham yang sudah naik tinggi mulai terkena tekanan jual.
Saham-saham yang kemarin naik tinggi kini mulai dimanfaatkan investor untuk mengambil untung. Saham-saham lapis dua masih menjadi penopang jatuhnya bursa kali ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG merosot 12,522 poin (0,29%) ke level 4.362,647 terkena aksi ambil untung. Sebelum jatuh, indeks sempat mencapai rekor intraday tertingginya.
Meski terkena tekanan jual, indeks sempat menanjak ke zona hijau sebentar. Indeks pun mencetak rekor intraday tertingginya di 4.381,746. Sebelumnya, posisi intraday tertingginya ada di level 4.377,519 kemarin.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (27/11), IHSG ditutup anjlok 37,660 poin (0,86%) ke level 4.337,509. Sementara Indeks LQ45 ditutup ambles 9,216 poin (1,23%) ke level 742,810.
Investor asing mulai mengambil untung memanfaatkan posisi indeks yang sudah tinggi. Hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 251,3 miliar di pasar reguler.
Saham-saham unggulan menjadi target aksi ambil untung pada perdagangan kali ini. Delapan sektor jatuh ke zona merah dipicu aksi jual di saham-saham komoditas dan bank.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 138,426 kali pada volume 6,299 miliar lembar saham senilai Rp 4,779 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 146 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan mixed sore hari ini. Sentimen positif datang dari Uni Eropa yang menyepakati pemangkasan utang Yunani.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,30 poin (1,30%) ke level 1.991,17. 
Indeks Hang Seng menipis 17,78 poin (0,08%) ke level 21.844,03. 
Indeks Nikkei 225 menguat 34,36 poin (0,37%) ke level 9.423,30. 
Indeks Straits Times naik 3,99 poin (0,13%) ke level 3.008,49. (ANt/dtc)

Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:12 WIB BI: Tantangan Menjaga Ekonomi 2013 Lebih Berat



HARIAN ANALISA .Jakarta, (Analisa). Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menilai tantangan menjaga ekonomi nasional pada 2013 mendatang lebih berat dibanding tahun ini seiring dengan kondisi global yang belum kondusif.
"Ekonomi Indonesia cukup stabil pada tahun ini. Pada 2013, tantangannya lebih berat untuk menjaga kondisi ekonomi tetap stabil seperti saat ini menyusul ekonomi eksternal yang masih belum kondusif," ujar Darmin di Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (27/12).

Ia menambahkan, meski ekonomi AS menunjukan tanda-tanda perbaikan namun kondisinya masih berjalan lambat dan belum signifikan pengaruhnya.

Sementara negara China dan Jepang, lanjut dia, sedikit mulai terpukul sehingga kondisi itu menambah kekhawatiran akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Mencermati hal itu, Darmin mengatakan, akan menempuh berbagai kebijakan dengan tetap menjaga keseimbangan eksternal dan mengarahkan inflasi pada sasarannya.

Selain itu BI juga tengah menyiapkan fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengawasan dan pengaturan perbankan sehingga pada 2014 dapat langsung berjalan.

Risiko Volume Perdagangan Global Berimbas PDB RI

Menurut Darmin, ada dua kelompok yang menjadi tantangan bagi BI di 2013 mendatang. Pertama, risiko dari rendahnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia dan volume perdagangan dunia, sehingga membawa kinerja PDB nasional pada kisaran bawah.

"Pada Triwulan III-2012 perekonomian Indonesia tumbuh 6,2 persen ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Ke depannya, ekspor diperkirakan akan membaik. Pertumbuhan ekonomi 2012 di perkirakan 6,3 persen," katanya.

Kedua, lanjut Darmin, adanya peningkatan tekanan inflasi yang antara lain disebabkan faktor risiko seperti kendala pasokan dan produksi bahan makanan, kenaikan harga energi serta meningkatnya ketidakpastian pemulihan ekonomi global yang berpotensi memicu tekanan nilai tukar rupiah.

"Guna mengantisipasi situasi itu, BI menetapkan sasaran strategis 2013, antara lain menjaga kondisi moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran, aman dan efisiensi," ujar Darmin.

Darmin mengatakan, dalam upaya mendukung kinerja BI untuk mencapai sasaran strategis, pihaknya membutuhkan anggaran pengeluaran operasional senilai Rp5,55 triliun.

"Kami menargetkan penerimaan operasional sebesar Rp16,74 triliun," katanya.

Darmin memaparkan, sedianya anggaran pengeluaran operasional itu digunakan untuk gaji dan penghasilan lainnya sebesar Rp2,32 triliun, pengembangan dan pemeliharaan SDM Rp1,56 triliun.

Kemudian untuk logistik Rp594 miliar, penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung Rp321 miliar, program sosial BI dan pemberdayaan sektor riil Rp126 miliar, pajak Rp492 miliar, dan cadangan anggaran Rp135 miliar. (Ant)